Blogumulus by Roy Tanck and Amanda FazaniDistributed by CahayaBiru.com

Kronologi Letusan Gunung Merapi October 2010

Selasa, 02 November 2010

KRONOLOGI LETUSAN GUNUNG MERAPI TANGGAL 26 OKTOBER 2010



Telah terjadi letusan Gunung Merapi pada hari Selasa tanggal 26 Oktober 2010 dengan kronologi sebagai berikut:

1. Pukul 17.02 mulai terjadi awanpanas selama 9 menit

2. Pukul 17.18 terjadi awanpanas selama 4 menit

3. Pukul 17.23 terjadi awanpanas selama 5 menit

4. Pukul 17.30 terjadi awanpanas selama 2 menit

5. Pukul 17.37 terjadi awanpanas selama 2 menit

6. Pukul 17.42 terjadi awanpanas besarb selama 33 menit

7. Pukul 18.00 sampai dengan 18.45 terdengar suara gemuruh dari Pos Pengamatan Merapi di Jrakah dan Selo

8. Pukul 18.10, pukul 18.15, pukul 18.25 terdengan suara dentuman

9. Pukul 18.16 terjadi awanpanas selama 5 menit

10. Pukul 18.21 terjadi awanpanas besar selama 33 menit

11. Dari pos Pengamatan Gunung Merapi Selo terlihat nyala api bersama kolom asap membubung ke atas setinggi 1,5 km dari puncak Gunung Merapi

12. Pukul 18.54 aktivitas awanpanas mulai mereda

13. Luncuran awanpanas mengarah kesektor Barat-Barat Daya dan sektor Selatan-Tenggara

Catatan : keterangan waktu dalam WIB

Kronologi ini dikutip dari Kronologi Letusan Gunung Merapi Tanggal 26 Oktober 2010 yang dikeluarkan oleh a.n Kepala Badan Geologi, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.

Gambar rekaman seismik digital G. Merapi 26 Oktober 2010 pukul 09.00 - 21.00 WIB


Gambar rekaman seismik digital G. Merapi 25 - 26 Oktober 2010 pukul 09.00 - 21.00 WIB sebelum terjadi awan panas



KRONOLOGI LETUSAN GUNUNG MERAPI TANGGAL 30 OKTOBER 2010




- Tanggal 29 Oktober 2010 pukul 19:23, 20:20, 21:40 WIB terjadi awanpanas kecil-sedang arah ke K. Lamat, K. Senowo, K. Krasak.


- Tanggal 30 Oktober 2010 pukul 00:16 WIB terjadi awanpanas besar dengan durasi 7 menit ke arah K. Lamat, K. Senowo, K. Krasak.


- Pukul 00:35 WIB terjadi awanpanas besar dengan durasi 22 menit ke arah K. Gendol, K. Kuning, K. Krasak, K. Boyong.


- Pada pukul 00:50 WIB terjadi ledakan di puncak. Bola api / letusan vertikal mencapai radius 2 km tampak dari Pos Selo, Jrakah, Ngepos, dan Kaliurang. Ketinggian asap mencapai 3,5 km. Getaran letusan dapat dirasakan oleh penduduk yang beradius 12 km (Desa Srumbung/Barat Daya G. Merapi).


- Hujan pasir mencapai radius 10 km (Desa Hargobinangun), sedangkan hujan abu dilaporkan terjadi di Desa Krasak Kabupaten Bantul.


KRONOLOGI LETUSAN GUNUNG MERAPI TANGGAL 31 OKTOBER 2010


- Terjadi gempa vulkanik 14.28 WIB. Diikuti dengan kejadian awanpanas berdurasi 4 menit.


- Pukul 15:16 WIB kembali terjadi awanpanas letusan durasi 5 menit yang disertai suara dentuman dan gemuruh terdengar dari Babadan dan Selo.. Arah awan panas menuju Kali Gendol (terpantau dari Kaliurang). Getaran terasa di Babadan dan Selo.


- Pada 15.23 WIB terjadi kembali awan panas dengan intensitas sedang berdurasi 3 menit menuju Kali Lamat, Senowo, Krasak, dan Gendol. Luncuran terjauh menuju Kali Gendol.


- Dari Jrakah dilaporkan, awanpanas meluncur ke kali Apu sejauh 1,5 km dan Kali Senowo sejauh 2 km.



KRONOLOGI LETUSAN GUNUNG MERAPI TANGGAL 1 NOVEMBER 2010


Berikut ini, dipaparkan kronologis Letusan:


- Letusan diawali dengan adanya gempa low frequency pada pukul 09.47 WIB

- Diikuti dengan guguran dari ukuran kecil hingga sedang antara 09.50 WIB

- Guguran besar terjadi 10.00-10.02 WIB Beruntut diikuti awan panas pertama 10.03-10.05 WIB

- Awanpanas kedua menyusul pukul 10.05-10.08 WIB.

- Awanpanas ketiga terjadi pukul 10.20-10.24 WIB

- Awanpanas keempat 10.56-10.59 WIB

- Awanpanas kelima 11.00- 11.02 WIB

- Awanpanas keenam 11.45-11.47 WIB

- Sebagian besar arah awanpanas mengalir ke Kali Gendol dan Kali Woro dengan jarak luncur 4 km (sampai ke Bukit Kendil)

- Asap sulfatara putih dan asap coklat pekat meluncur vertikal ke atas dengan ketinggian 1,5 km

- Arah angin bertiup ke Timur dan Utara.



KRONOLOGI LETUSAN GUNUNG MERAPI TANGGAL 3 NOVEMBER 2010


Telah terjadi erupsi lanjutan G. Merapi pada hari Rabu 3 November 2010 dengan kronologi sebagai berikut:

1. Pukul 11.11-13.19 WIB terjadi awanpanas beruntun dengan durasi maksimum 2 menit. Sementara cuaca dalam keadaan kabut dan hujan, sehingga tidak bias melihat keadaan puncak G. Merapi.

2. Pukul 13.27 WIB dan 13.30 WIB terjadi gempa vulkanik dangkal (VB) sebanyak 2 kali

3. Pukul 14.00-14.03 WIB terjadi guguran besar beruntun sebanyak 4 kali, durasi makimum 1 menit

4. Pukul 14.04 – 14.27 WIB terjadi rentetan awan panas dengan durasi maksimum 5 menit. Diperkirakan jarak luncur awan panas lebih dari 10 km, sehingga diputuskan untuk memperluas daerah aman hingga di luar radius 15 km

5. Pukul 14.44 WIB terjadi awanpanas besar selama 1,5 jam

6. Pukul 16.23 WIB aktivitas mulai reda

7. Pukul 17.30 WIB dilaporkan bahwa awan panas mencapai 9 km di alur K. Gendol.


KEPUTUSAN PERLUASAN DAERAH AMAN MERAPI PER 3 NOVEMBER 2010


Berdasarkan hasil pemantauan instrumental dan visual pada 3 Novemeber 2010 dari Pukul 12:00 WIB sampai dengan pukul 18:00 WIB menunjukkan aktivitas G Merapi masih tinggi’ dengan ditunjukan adanya awanpanas beruntun. Maka pada pukul 16:05 WIB diputuskan untuk memperluas daerah aman diluar radius 15 km dari puncak G. Merapi. Status aktivitas Gunung Merapi masih tetap pada tingkat Awas (level 4).

PRESS RELEASES (4 November 2010)


Sehubungan dengan aktivitas erupsi G. Merapi yang terus berlanjut dan meningkat tajam sejak 3 November 2010 pada pukul

11.11 WIB hingga tanggal 4 November 2010 pukul 15.00 WIB. Sifat letusannya eksplosif dan cenderung lebih besar

sehingga daerah ancaman letusan G. Merapi semakin meluas. Untuk mengantisipasi kemungkinan risiko yang lebih besar, perlu

dilakukan perluasan daerah ancaman hingga radius 15 km dari puncak G. Merapi. Adapun daerah yang direkomendasikan untuk

dievakuasi adalah sebagai berikut :


1. Wilayah Kabupaten Sleman:

a. Glagaharjo (semua dusun)

b. Kepuharjo (semua dusun)

c. Umbulharjo (semua dusun)

d. Hargobinangun (Kaliurang Timur, Kaliurang Barat, Boyong, Ngipikasri, Banteng, Sumberan, Sambi)

e. Pakembinangun (Sambi, Padokan, Duwetsari)

f. Purwobinangun (semua dusun)

g. Girikerto (Ngandong, Nganggring, Keloposawit, Kemiri Kebo, Sukorejo, Pancal).

h. Wonokerto (Tunggularum, Gondoarum, Sempu, Balerante)


2. Wilayah Kabupaten Magelang:

a. Kaliurang (semua dusun)

b. Kemiren (semua dusun)

c. Kamongan (semua dusun)

d. Nglumut (semua dusun)

e. Ngablak (semua dusun)

f. Ngargosoka (semua dusun)

g. Srumbung (Ngepos, Cabe Kidul, Cabe Lor)

h. Mranggen (Kalisari, Salamsari, Grogolsari, Mranggensari, Rejosari)

i. Tegalrandu (Pule, Jengkol, Tegalrandu, Losari, Ngelo)

j. Keningar (semua Dusun)

k. Ngargomulyo (semua dusun)

l. Kalibening (semua dusun)

m. Sumber (semua dusun)

n. Krinjing (semua dusun)

o. Mangunsoko (semua dusun)

p. Paten (semua dusun)

q. Sengi (semua dusun)


3. Wilayah Kabupaten Boyolali:

a. Tlogolele (semua dusun)

b. Jrakah (semua dusun)

c. Klakah (semua dusun)


4. Wilayah Kabupaten Klaten:

a. Tegalmulyo (semua dusun)

b. Sidorejo (semua dusun)

c. Balerante (semua dusun)

d. Kendalsari (semua dusun)






sumber : Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK)

0 Comments:

 
FaceBlog © Copyright 2009 Asal Kita Tahu Bukan Sekedar Tahu | Blogger XML Coded And Designed by Edo Pranata